Penyakit yang Sering Dialami Oleh Para Narapidana

Banyak tindak kejahatan yang bisa menyeret seseorang masuk ke dalam jeruji besi, mulai dari kejahatan yang ringan hingga yang terkena pasal berlapis. Kondisi penjara yang kurang memadai serta kurangnya asupan nutrisi tentunya dapat menjadi faktor risiko timbulnya berbagai penyakit menular maupun yang tidak. Sehingga tidak sedikit, para narapidana yang mengalami masalah kesehatan. Dan berikut ini beberapa penyakit yang sering dialami oleh para narapidana.

Penyakit yang Sering Dialami Oleh Para Narapidana

Penyakit yang Sering Dialami Oleh Para Narapidana

Penyakit infeksi
Hal ini terjadi lantaran ruang penjara yang tertutup, ventilasi dan cahaya yang buruk serta seringkali udara di dalam penjara yang lembab. Semua ini menjadi tempat perkembangbiakan penyakit infeksi. Selain itu, kondisi seperti ini tidak hanya berisiko pada tahanan saja, namun juga mempengaruhi tahanan lain, petugas sipir, dan kerabat yang berkunjung. Penyakit infeksi yang banyak ditemui adalah difteri dan infeksi saluran pernapasan lain.

Penyakit Tuberkulosis (TB)
Penyakit ini bisa menular melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya fasilitas ventilasi yang memadai, sehingga sangat besar kemungkinan kuman tersebut menulari tahanan lain yang ada di penjara. Penjara di berbagai negara di dunia menunjukkan angka prevalensi dan tingkat insiden yang tinggi untuk penyakit TB.

Penyakit hepatitis B dan hepatitis C
Diperkirakan sekitar 40 persen tahanan di penjara terinfeksi Hepatitis C, penyakit ini sebenarnya bisa diobati tapi banyak penjara yang tidak mau melakukan tes untuk para tahanannya. Padahal Hepatitis C adalah suatu penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Sedangkan untuk Hepatitis B biasanya diakibatkan kontak darah atau cairan tubuh antar tahanan yang telah didiagnosis Hepatitis B terutama melalui penggunaan jarum suntik bergantian.

Penyakit menular seksual
Penyakit ini bisa menular di dalam penjara, lantaran dalam satu sel seringkali diisi oleh banyak orang dengan jenis kelamin yang sama. Penyakit seksual yang paling sering ditemui adalah klamidia dan sifilis.

Penularan penyakit HIV/AIDS
Penggunaan narkoba oleh para narapidana bukan menjadi rahasia umum lagi saat ini. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan risiko tertularnya HIV/AIDS. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril, membuat tato di dalam penjara dan tidak menggunakan kondom bisa menjadi penyebabnya.

Penyakit kulit
Lingkungan penjara yang biasanya tidak terawat dengan baik atau penggunaan air yang tidak bersih seringkali menimbulkan masalah pada kulit seperti gatal-gatal, alergi atau kulit menjadi kering.

Artikel terkait: obat asam lambung

Penyakit saluran pencernaan
Penyakit ini biasanya diakibatkan oleh lingkungan yang tidak bersih atau kurangnya asupan nutrisi bagi para tahanan. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, maag atau gangguan sistem pencernaan lain.

Sebenarnya, tahanan juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan manusiawi serta perawatan medis yang sesuai. Oleh karena itu, sudah selayaknya penjara melakukan peningkatan pelayanan medis untuk menghindari berbagai penyakit.

| Penyakit yang Sering Dialami Oleh Para Narapidana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s